Mimi Alysa Travelling Tips 1

Traveling membutuhkan persiapan yang sangat matang, terutama jika kita ingin traveling ke luar negeri, karena kita akan menemui banyak hal yang sangat asing bagi kita: baik itu dalam hal budaya, kebiasaan, peraturan, dll. Mulai dari hal yang sepele seperti cara memesan makanan via vending machine, bagaimana menggunakan toilet yang penuh dengan tombol, bagaimana cara naik kereta, sampai ke yang rumit seperti aturan bea cukai, tax refund (pengembalian pajak), dll.

Hal utama yang harus kita cek adalah, apakah perjalanan tersebut membutuhkan visa atau tidak, tabungan yang cukup untuk mendukung perjalanan tersebut, dan jika membawa anak-anak (terutama balita) harus disiapkan juga bagaimana fisik dan mental mereka saat berada di luar negeri.



7 hal penting yang harus diperhatikan pada saat akan traveling.


1. Persiapan dokumen perjalanan.
Paspor, visa, dan dokumen pendukung lain disiapkan minimal 2  atau 3 bulan sebelumnya supaya tidak ada yang terlewat. Salah satu hal remeh yang sering dilupakan oleh banyak traveler adalah masa berlaku paspor. Mungkin karena terlalu fokus pada pengurusan visa, lupa kalau masa berlaku paspor sudah expired (kadaluarsa) dan atau harus lebih dari 6 bulan supaya permohonan visa lebih mudah untuk disetujui. Begitu juga dengan peraturan visa, jangan segan-segan untuk bertanya mengenai prosedur dan dokumen pendukung apa saja yang dibutuhkan pada orang yang tepat atau ke travel agent yang sudah dipercaya.





2. Akomodasi 
Tiket pesawat, hotel/AirBnB, dan transportasi lain selama perjalanan sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari. Sebagai contoh, tiket pesawat akan lebih murah jika kita booking beberapa bulan sebelumnya.

Begitu juga dengan hotel, akan lebih murah serta terjamin ketersediaan kamarnya kalau kita pesan dari jauh hari. Cek juga lokasi hotel, apakah dekat dengan stasiun kereta/bus, karena ini akan memudahkan perjalanan selanjutnya.

Hotel tempat menginap di Osaka, Locanda Hotel, sangat dekat dengan stasiun kereta. Kalau jalan kaki, kira-kira cuma 10 menit dari hotel. Hal ini sangat memudahkan dan hemat budget karena kita tidak perlu biaya ekstra. Dan hati-hati naik taksi di Osaka maupun Tokyo, karena tarifnya jauh lebih mahal dibandingkan taksi di Jakarta. Jarak dekat saja bisa dicharge JPY 2.000 atau sekitar Rp. 250.000,- apalagi ke arah tempat-tempat wisata di pinggiran kota.




3. Transportasi
Selain itu yang suka terlewat adalah, transportasi lokal selama kita melakukan perjalanan di kota tertentu di negara lain. Contoh, saat ke Osaka, kita harus menggunakan kartu ICOCA untuk naik subway, bus, dan juga bisa digunakan untuk membeli minuman di vending machine (mesin otomatis penyedia minuman/makanan - di Jepang banyak berdiri di pinggir-pinggir jalan, tidak seperti di Jakarta yang hanya ada di dalam gedung tertentu).

Namun ketika pindah ke kota lain seperti Tokyo, kita juga harus mendapatkan kartu lain (Pasmo atau SUICA) supaya bisa menggunakan jasa subway (kereta bawah tanah), bus, dan moda transportasi lainnya. Harus dicek juga ketika kita menggunakan kereta api untuk antar kota, tiket kereta cepat seperti Shinkansen (kereta cepat antar kota Jepang) juga harus dibooking sebelumnya di counter yang berbeda dari kereta reguler.

Perhatikan bahwa, untuk negara seperti Jepang, selain kereta JR (Japan Rail) juga ada perusahaan kereta swasta lain seperti Keihan Rail, Hankyu, Hanshin, Sagano Line dll yang melayani jalur ke wilayah tertentu. Bahkan kereta dari Osaka City ke Airport Kansai juga bisa menggunakan kereta yang disediakan oleh perusahaan Nankai selain JR Line.








4. Koper, pakaian dan obat-obatan.
Siapkan pakaian dengan lebih detail, terutama untuk negara 4 musim seperti Jepang, Korea, Amerika dan Eropa. Kondisi cuaca dan suhu juga bisa diantisipasi dan dicek sebelumnya via aplikasi Accuweather. Apalagi kita hidup di negeri tropis yang panas dan lembab, dan sudah pasti akan kaget ketika traveling di musim gugur/dingin. Pakaian, packing koper dan obat-obatan ringan jangan lupa untuk disiapkan dan dibawa, payung kecil yang bisa dilipat, juga akan sangat berguna, baik ketika turun hujan maupun saat melindungi dari cuaca panas terik (bermain di Universal Studio Japan maupun Tokyo Disneyland pada saat musim panas/summer yang merupakan area terbuka dan panas, payung sangat membantu mengurangi efek kulit yang terbakar akibat terpapar sinar matahari).









Selain pakaian untuk digunakan di negara tujuan, jangan lupakan persiapan baju yang pas untuk perjalanan selama di dalam pesawat terbang. Hal ini juga sering kita remehkan/hiraukan, padahal perjalanan sekitar 7 jam ke Tokyo/Sydney/Dubai, atau sekitar 18 jam ke London/Paris, membutuhkan baju yang nyaman dan hangat supaya kita nyaman pada saat berada di dalam pesawat dan tidak jatuh sakit pada saat mendarat. Hal ini karena, di tengah-tengah penerbangan pada saat menjelang jam tidur, kadang suhu AC pesawat terlalu dingin untuk badan kita, dan selimut tipis yang disediakan oleh maskapai tidak cukup untuk memberikan kehangatan.

Seperti biasa, aku menggunakan Pullover Shirt SimplyMii dari bahan kaos yang nyaman dan hangat. Dua lapisan (inner dan outer) ini, sangat pas digunakan pada saat berada di dalam pesawat terbang.



5. Makanan
Cek terlebih dahulu, terutama buat yang Muslim, dimanakah bisa mendapatkan makanan halal, termasuk makanan yang disajikan di dalam penerbangan. Karena belum tentu semua Maskapai penerbangan menyediakan makanan halal.

Cek juga restoran-restoran yang menyediakan menu makanan halal di kota yang ingin kita tuju, paling tidak buat riset kecil-kecilan peta menuju lokasi, menu di website, dan transportasi dari hotel menuju ke restoran tersebut, dll.

Jika kita traveling bersama keluarga,  persiapkan juga makanan khusus dan makanan ringan untuk si kecil, apalagi jika anak kita memiliki alergi terhadap makanan tertentu.





6. Tiket tempat wisata
Tiket tempat wisata ini sering dilupakan oleh banyak traveler, dan akhirnya karena pesan mendadak beberapa hari sebelum hari-H, tiket sudah tidak tersedia lagi. Contoh, tiket ke Universal Studio Japan atau tiket ke Disneyland Tokyo, bisa diakses melalui aplikasi klook untuk ketersediannya.

Pemesanan via aplikasi ini, kadangkala juga memberikan benefit harga yang lebih murah, dibandingkan jika membeli ke counter resmi.




7. Uang, kartu kredit dan koneksi Wifi.

Usahakan jangan membawa uang cash terlalu banyak, bawa saja secukupnya. Selain ada peraturan tertentu untuk maksimal uang cash yang bisa dibawa, juga risikonya terlalu besar jika kita kehilangan uang cash yang sudah kita budget-kan untuk kebutuhan selama di perjalanan, bisa-bisa rencana traveling menjadi berantakan.

Jangan lupa lunasi kartu kredit sebelum berangkat dan contact bank penyedia kartu kredit tersebut untuk rencana perjalanan, kartu kredit akan sangat membantu dalam banyak hal: mulai dari belanja sampai makan di restoran/cafe.





Koneksi internet/WiFi juga menjadi "kebutuhan utama" jika kita aktif di media sosial, posting foto-foto perjalanan, membuka peta (google maps), dan aplikasi alih bahasa (translator apps) hanya bisa aktif jika ada koneksi internet. Gunakan paket Java Mifi yang bisa langsung "on" digunakan di banyak negara. Java Mifi ini sangat praktis, tarif lebih murah, bateri modem yang tahan lama (bisa seharian penuh), dan sinyal boleh dibilang sangat lancar serta cepat, bahkan di pelosok-pelosok kota Osaka dan Kyoto seperti Bamboo Grove (hutan bambu), koneksi internetnya sangat bisa diandalkan.

To be continued........Stay Tuned.