Endless Sunshine at Santorini

Santorini 1
(Greek: Σαντορίνη, pronounced [sandoˈrini]) adalah sebuah pulau di selatan Yunani, tepatnya di laut Aegea bagian paling selatan dari gugus kepulauan Cyclades. Santorini ini pernah mengalami letusan gunung berapi yang dahsyat 3.600 tahun yang lalu, sehingga permukaan pulau ini dan bekas kawah besar yang terisi air laut di tengah-tengahnya, sebagian besar terbentuk dari hasil letusan tersebut.

Nama Resmi pulai ini sebenarnya adalah Thēra, nama populer "Santorini" berasal dari Dinasti Ottoman yang menguasai daerah tersebut di sekitar 1453 dan sering menyebutnya sebagai Santurin atau Santoron.
Tahun 1537, setelah kejatuhan Konstatinopel oleh para pejuang Ottoman, dinasti Ottoman di bawah Hizmir Hayreddin Pasha atau Barbarossa Pasha (Si Janggut Merah Pasha) menundukkan penguasa Venesia yang tadinya mengontrol kawasan Laut Tengah dan sekaligus menguasai Santorini sampai tahun 1912. Di tahun tersebut, Yunani memasukkan Santorini ke dalam wilayahnya setelah mereka mendeklarasikan kemerdekaan dari Turki - Dinasti Ottoman.
Ciri Khas Santorini adalah semua bangunan di tebing berwarna putih, dengan sedikit aksen biru, menyihir para turis mancanegara yang mengunjungi pulau tersebut. Keindahan alam dan masyarakatnya yang ramah, membuatnya menjadi destinasi wisata yang sangat popular di Eropa.

Greek Yoghurt dan Greek Cheese (terbuat dari susu kambing) ditambah Olive Oil (Minyak Zaitun) adalah makanan khas Yunani yang sangat menyehatkan jantung. Hidangan yang segar ini memang sangat pas memang untuk cuaca yang sedikit panas di kawasan mediteranea atau laut tengah.

Greek Yoghurt sendiri menjadi popular di dunia, karena para pembuat yoghurt ini melakukan satu langkah tambahan untuk memastikan kandungan air, laktosa, dan mineral menjadi berkurang. Hasilnya adalah yoghurt yang lebih creamy, rendah gula, dan kaya karbohidrat. Tingkat keasaman yang dihasilkan membuat tubuh lebih mudah menyerap nutrisi yang lain.

Ikuti petualangan Mimi Alysa & Friends di Santorini via Instagram
http://www.instagram.com/mimialysa

The Great Athens

Acropolis of Athens: Jika kita membaca buku-buku dan literatur sejarah, di jaman keemasan Yunani kuno dimana mereka mengembangkan ilmu filosofi, astronomi, matematika, kimia, dll. Athena aau Athens dalam bahasa Inggris ini adalah pusat kebudayaan Eropa di jaman itu.

Kelak, karya-karya kaum Yunani ini seperti dalam matematika, astronomi dan ilmu kedokteran dikembangkan lagi oleh ilmuwan-ilmuwan bangsa Arab seperti Jabbir Ibn-Hayyan (Ilmu Kimia/Alchemy - abad ke-8 Masehi), Al-Battani (Ilmu Astronomi - 850-922M), Al-Razi dan Al-Zahrawi (Ilmu kedokteran), dll.

Kaum Athena sendiri memiliki filsuf yang terkenal dan sampai sekarang karya-karya mereka masih dikenang: Socrates dan muridnya Plato (Scorates mungkin tidak banyak menulis, tapi Plato lah yang banyak menelurkan karya filosofi), serta murid Plato - Aristoteles.
Di jaman tersebut, artis-artis teater dan drama seperti Aeschylus, Aristophanes, Euripides, Menander dan Sophocoles yang bermain di teater Dionysius Acropolis, juga berkembang dengan pesat.
athens 2
Athens juga sempat di bawah kekuasan banyak Imperium seperti Byzantium, Frankish, Romawi, dan Ottoman. Serta diserbu oleh bangsa Persia dibawah Kaisar Darius dan kemudian dilanjutkan oleh anaknya, Xerxes, dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Salah satu pertempuran yang terkenal digambarkan dalam film 300, dimana Raja Leonidas dari Sparta beserta 300 orang pasukannya, berusaha menahan ratusan ribu pasukan Persia di Thermophylae.
Athens dan Acropolis (yang berarti Acro = tanah tinggi, dan Polis = kota), dibangun kembali oleh Pericles (+/- 495 tahun sebelum Masehi) setelah ancaman dari bangsa Persia mereda. Di masa ini kuil Parthenon didirikan.
Satu cerita menarik setelah kuil Parthenon dibangun: pada saat Athens di bawah dinasti-dinasti besar seperti tersebut di atas (Byzantine, Romawi dan Ottoman), di area tersebut pernah didirikan sebuah Gereja oleh orang-orang Bizantium, dan masjid oleh orang-orang Turki (tahun 1460 Masehi). Konon kabarnya, Sultan Mehmed II sengaja membangun masjid di Parthenon sebagai bentuk peringatan terhadap kudeta gagal orang-orang Yunani terhadap imperium Ottoman.
Namun sayangnya kemudian pada saat direstorasi setelah bangsa Yunani memerdekakan diri dari wangsa Ottoman, semua bangunan tambahan termasuk masjid tersebut dirubuhkan oleh orang-orang Athena.
athens 5
athens 5
athens 6
Perang yang bertubi-tubi, seperti perang dengan bangsa Persia dan Venesia membuat Parthenon sempat hancur. Beberapa Kaisar Romawi seperti Julius, Herodes, dll telah berusaha melakukan restorasi. Dan tahun 1800-an di bawah kekasiran Ottoman, beberapa restorasi juga sempat dilakukan. Usaha-usaha untuk melakukan restorasi akhirnya dilanjutkan sampai sekarang oleh pemerintah Yunani,  sejak tahun 1975.
athens 7

Bonjour Paris


Paris 2

European cultures and countries adalah sumber inspirasi yang tiada habisnya bagi Mimi Alysa. 
Saat ini Mimi sedang melakukan travelling from London - York - Milan - Venice - Santorini - 
Amsterdam - Frankfurt untuk memperkaya koleksi-koleksi terbaru di Spring/Summer dan 
Fall/Winter nanti.

Sementara itu, sebagian koleksi SimplyMii and Mimi Alysa (premium label) previewnya akan 
ditampilkan di account Instagram Mimi Alysa.
Follow her journey on Instagram: @mimialysa  , stay tuned #ladyloves.


London 1
Paris 1